Rabu, 04 Desember 2024

Aulia Advertising Production, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain Hubungi 0857 1168 6716/0813 8468 1151





Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub ...:                           Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub :   Sablon 24 Jam Aulia Sablon Advertising Http:...

Aulia Advertising Production.
Sablon Manual Dan Digital Printing, Spanduk Dan Umbul Umbul Kain

Jl.Haji Rean Komp.Pamulang Regency Blok B 1 No 15
Benda Baru, Pamulang,Tangerang
Selatan,  Banten.
HP Indosat : 0857-1168-6716.
WhatsApp  : 0813 8468 1151
E-mail (1) : nurcahyono208@gmail.com
E-mail (2) : nurcahyono52@yahoo.com
E-mail (3) : fatimahnurauliarahmah03@gmail.com

Jumat, 11 Agustus 2023

Buat Umbul Umbul Kain perumahan dan kantor - kantor telp 0813 8468 1151...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Buat Umbul Umbul Kain perumahan dan kantor - kanto...

Contohnya :









 Mau Pesan spanduk Yang Seperti Ini Hub Kami Sablon Spanduk  24 Jam Aulia Advertising Jl.Haji Rean Komp.Pamulang Regency Blok B1 no 15 Benda Baru Tangsel Telp 081384681151...

Kamis, 17 November 2022

ISTIMEWANYA HARI JUMAT DARI NASH / DALIL

 l
Hari Jum'at merupakan hari yang agung di antara hari-hari lainnya. Di dalamnya banyak berkah dan karunia. S...elayaknya hamba muslim giat dan sungguh-sungguh memanfaatkan hari tersebut. Apabila selesai shalat Jum'at maka bertebaranlah di muka bumi mencari karunia Allah dengan menjalin silaturahim, menjenguk orang sakit, dan banyak mengingat Allah sebagaimana firman-Nya,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jum'ah: 10)

Pada hari itu, Allah mewajibkan shalat Jum'at dan khutbahnya. Memerintahkan kepada mereka agar bersama-sama mendatanginya untuk menyatukan hati dan membina persatuan mereka. Fungsi lainnya, kegiatan Jum'atan menjadi media taklim (pengajaran) untuk orang jahil di antara mereka, dan untuk memberikan peringatan bagi yang lalai. Juga sebagai media meluruskan orang yang menyimpang. Oleh sebab itu, Allah mengharamkan semua kesibukan dengan urusan dunia dan setiap aktifitas yang memalingkan dari menghadiri Shalat Jum'at saat sudah dikumandang panggilan Shalat.

Allah telah menyediakan janji istimewa bagi hamba-Nya yang memuliakan hari tersebut dengan pahala yang besar ampunan dosa selama satu pekan. Yakni apabila ibadah Jum'at yang dikerjakan hamba tersebut baik dan menghiasinya dengan syarat-syarat kesempurnaanya.

Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)


Diriwayatkan dari Salman Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى

"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyaknya atau mengoleskan minyak wangi yang di rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan khutbah dengan seksama ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan Jum’at berikutnya." (HR. Bukhari dalam Shahih-nya, no. 859)

Pada hari Jum'at terdapat satu waktu yang mubarakah (diberkahi) yang ditunjukkan oleh hadits shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah membicarakan tentang hari Jum'at lalu beliau bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

"Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, -yang kami pahami- untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat)." (Muttafaq 'Alaih)

Maka hendaknya kita menyibukkan diri dengan berbagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah, berbekal diri dengan takwa, amalan-amalan sunnah, zikir, doa, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dari Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ قَالَ يَقُولُونَ بَلِيتَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Karenanya perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu, karenasesungguhnya shalawat kalian akan disampaikan kepadaku. Aus berkata: para shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih)

Sablon Spanduk Kain Klik
Hendaknya pada hari itu, kaum muslimin mengosongkan hati dari memikirkan kesibukan duniawi, lalu menyibukkan diri dengan taubat dan istighfar, zikir, bertasbih dan membaca Al-Qur'an. Khususnya membaca surat al-Kahfi, seperti yang ditunjukkan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:


مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Siapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'Atiq." (HR. Al-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736 dan Shahih al-Jami’, no. 6471)

Masih dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang anjuran membaca surat Al-Kahfi Shahih al-Jami’, no. 6470)


Sablon Spanduk Kain Telp. 0813 8468 1151

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Sablon Spanduk Kain Telp. 0813 8468 1151:     

Contoh Contoh Desain... Order online lebih praktis, hemat waktu, hemat uang juga , bisa mengerjakan yang lainnya... yuk ......






Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub :
 Sablon 24 Jam Aulia Sablon Advertising Http:// http://dwitamaspanduktangsel.blogspot.co.id
Jl. H. Rean Perum Pamulang Regency Blok B 1 No 15 Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan, 15417 Telp , 0813 8468 1151

Spesialis Jasa Pembuatan Spanduk Kain Telp. 081384681151







Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub :
 Sablon 24 Jam Aulia Sablon Advertising Http:// http://dwitamaspanduktangsel.blogspot.co.id
Jl. H. Rean Perum Pamulang Regency Blok B 1 No 15 Benda Baru Pamulang Tangerang Selatan, 15417 Telp , 0813 8468 1151

Minggu, 16 Oktober 2022

Kenali 3 Tipe Tidur Siang





Kompas.com - Selain bisa mengembalikan energi, tidur siang memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Tidur siang efektif selama 20-30 menit terbukti bisa meningkatkan mood, memperbaiki kinerja, dan kewaspadaan, tanpa menimbulkan rasa pening atau mengganggu jam tidur malam.

Beberapa tokoh yang rutin tidur siang sebagai bagian dari gaya hidupnya adalah Winston Churchill, John F. Kennedy, Ronald Reagan, Napoleon, Albert Einstein, Thomas Edison and George W. Bush.

“Memang benar tidur siang bisa mengembalikan energi, namun bukan berarti dapat membayar utang tidur malam,” kata ahli tidur Dr. Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Tidur siang sendiri terdiri atas tiga tipe, yaitu

- Planned napping / preparatory napping, biasa disebut tidur yang terencana. Tidur jenis ini dilakukan oleh mereka yang meluangkan waktu untuk tidur siang meski belum mengantuk. Hal ini bisa dilakukan sebagai mekanisme bertahan sebelum merasa terlalu lelah, atau supaya seseorang bisa terjaga tepat pada waktunya.

- Emergency napping. Tidur ini terjadi ketika seseorang seketika merasa lelah dan tidak bisa melanjutkan aktivitas yang dijadwalkan. Tipe ini biasanya ada pada orang yang mengoperasikan mesin berat atau mengemudi.

- Habitual napping. Tipe ini biasa tidur siang dengan jadwal tertentu setiap harinya, misalnya pada anak-anak. Hal yang sama juga dilakukan orang dewasa selepas makan siang.

Sebelum tidur sebaiknya pastikan suasana sekitar nyaman untuk terlelap. Lingkungan sekitar berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk tidur. Bila memungkinkan cobalah untuk membatasi kebisingan dan cahaya lampu. Menghabiskan beberapa waktu di tempat tidur sebelum mengantuk, terbukti merangsang timbulnya rasa ingin tidur.

Sebaiknya jangan mengambil jam tidur siang terlalu dini atau lambat. Telat tidur siang akan mengganggu jam regular tidur malam. Sebaliknya, tidur siang yang terlalu dini menyebabkan tubuh belum siap tidur. “Prinsipnya jangan sampai tidur siang mengganggu tidur malam,” kata Andreas.

Minggu, 17 Oktober 2021

Tarif Iklan Sekitar media Banten chat Me 0813 8468 1151




• Tarif Iklan Radar Banten Secara Umum:* 
Iklan Umum Display(BW) Rp. 31.500 /mmk 
Sosial /keluarga Rp 19.500,-/mmk 
full colour Rp 45.000,- /mmk 
BW Hal Satu Rp 58.000,- /mmk 
FC Hal Satu Rp 84.000,- /mm
Advertorial BW 19.500,-/mmk 
Advertorial Fc 34.000,-/mmk 
Iklan Cilik Baris 17.500 baris min 3 baris maks 7 baris. 

 • Tarif Iklan Radar tangerang,’Satelit news,’: *
 Iklan Umum Display(BW) Rp. 27.500 /mmk 
 Sosial /keluarga Rp 18.700,-/mmk 
 full colour Rp 40.700,- /mmk 
 BW Hal Satu Rp 58.000,- /mmk 
 FC Hal Satu Rp 74.800,- /mmk 
 Advertorial BW 19.500,-/mmk
 Advertorial Fc 34.000,-/mmk
 Iklan Cilik Baris 18.700 baris min 3 baris maks 7 baris.
 
 • Tarif Iklan Tangsel Pos/Tangerang Pos:* 
 Iklan Umum Display(BW) Rp. 28.000 /mmk
 Sosial /keluarga Rp 16.500,-/mmk 
 full colour Rp 40.000,- /mmk
 BW Hal Satu Rp 35.000,- /mmk 
 FC Hal Satu Rp 56.000,- /mmk
 Advertorial BW 16.500,-/mmk 
 Advertorial Fc 31.000,-/mmk 
 Iklan Cilik Baris 15.000 baris min 3 baris maks 7 baris.

 • Tarif Iklan tangerang Expres* 
 Iklan Umum Display(BW) Rp. 31.500 /mmk 
 Sosial /keluarga Rp 19.500,-/mmk
 full colour Rp 45.000,- /mmk 
 BW Hal Satu Rp 58.000,- /mmk 
 FC Hal Satu Rp 84.000,- /mmk 
 Advertorial BW 19.500,-/mmk 
 Advertorial Fc 34.000,-/mmk 
 Iklan Cilik Baris 17.500 baris min 3 baris maks 7 baris. 

 Hubungi Biro Iklan  Aulia advertising,
Jl H. Rean Komplek Pamulang Regency Blok B 1 N0 15 Benda Baru Pamulang, Tangsel telp 081384681151.
Emai: nurcahyono208@gmail.com/nurcahyono52@yahoo.com
*Nb. Harga Bisa Berubah Sewaktu-Waktu

Iklan Koran Se-Banten Telp. 0813 8468 1151

IKlan Koran Se-Banten. Agar product /tawaran Anda lebih cepat laku maka beriklan. karena BERIKLAN BUKAN PEMBOROSAN, BERIKLAN adalah salah satu cara memperkenalkan produk dan jasa untuk merebut pasar, sekaligus untuk menjaga loyalitas konsumen. Itulah sebabnya merk – merk terkenal terus beriklan agar citranya tetap terjaga. Iklan juga memberikan perasaan yakin dan bangga para konsumen.hub, Nur cahyono phone :  0813 8468 1151, 
E-mail: nurcahyono208@gmail.com, 
http : //aulia_advertising.blogspot.com

Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam Telp 0813 8468 1151

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Sablon 24 Jam Spanduk Advertising, Tetap Buka Di M...:  


       

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: SABLON 24 JAM SPANDUK DAN UMBUL UMBUL KAIN TELP. 0...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: SABLON 24 JAM SPANDUK DAN UMBUL UMBUL KAIN TELP. 0...: SABLON SPANDUK  KAIN 24 JAM TANGSEL WA : 0813 8468 1151 LINE :aulaadvertisng208 Twitter : http// twitter.com/nurcahyono208 Instagram :...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub ...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub ...:                           Untuk Pesan Spanduk, Umbul Umbul, Bendera Dll Hub :   Sablon 24 Jam Aulia Sablon Advertising Http:...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Sablon Kain Manual Spanduk Dan Umbul - Umbul Te...

Aulia Advertising, Usaha Spesialis Sablon Sepanduk Kain 24 Jam: Sablon Kain Manual Spanduk Dan Umbul - Umbul Te...:  Sablon 24 Jam Spanduk,  Semoga Kedepanya Lebih Baik dan banyak Lagi Penayangannya. supaya banya yang order Pembuatan Spanduk dan ...

Minggu, 06 Desember 2015

AULIA ADVERTISING: Contoh Ujian Tes Praktek SIM C - Penting Untuk Yan...

AULIA ADVERTISING: Contoh Ujian Tes Praktek SIM C - Penting Untuk Yan...: Kisi-Kisi Soal Tes SIM C 1.       Fungsi Marka jalan adalah : a. Untuk memberi batas jalan agar jalan terlihat jelas oleh pemak...

AULIA ADVERTISING: Prosedur Urus SIM C Di Tangerang Selatan, Berdasar...

AULIA ADVERTISING: Prosedur Urus SIM C Di Tangerang Selatan, Berdasar...:   Area Tes Prakek Persyaratan Dan Prosedur Pembuatan SIM Buat temen teman Semua, yang   di wilayah hukum Tangerang Selata...

Minggu, 20 September 2015

Makalah Khutbah Iedul Adha

Makalah Khutbah Iedul Adha

KHUTBAH IEDUL ADHA 1436 H (2015 M):
Khilafah Mewujudkan Ketaatan dan Persatuan Umat
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِّلْمُسْلِمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، الَّذِيْ إِيَّاُه نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِينُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْأَمِيْنُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ الطاَّهِرِيْنَ وَأصَحَابِهِ الأَكْرَمِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ﴾.
Allahu akbar 3x wa lillahil hamd,
Ma’âsyira al-Mu’minin Rahimakumul-Lâh
Alhamdulillah. Kita bersyukur kepada Allah SWT, berkat karunia-Nya kita hari ini berada di hari raya terbesar bagi umat Islam. Hari ini umat Islam di seluruh dunia mengemakan Takbir, Tahlil dan Tahmid, sebagai umat yang satu. Satu Akidah, satu syariah, satu Kiblat dan satu Syiar. Hari ini pula, jutaan kaum Muslimi tengah menunaikan ibadah haji. Mereka bersatu di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, dengan syiar yang sama, dengan syariah yang sama dan tujuan yang sama, yaitu mewujudkan ketaatan kepada Allah Rabbul’aalamien. Kita berdoa kepada Allah, semoga pemandangan ketaatan dan persatuan ini bukan hanya kita lihat pada hari ini, tapi juga di hari-hari yang lain.
Hari ini adalah Idul Qurban. Ibadah Qurban mengingatkan kita akan ketaatan keluarga Nabi Ibrahim as. Pertama, adalah Ketaatan Ibrahim kepada Allah SWT yang telah memerintahkannya untuk meninggalkan istri dan putranya tercinta di lembah gersang tanpa tumbuhan [Hr. Bukhari dari Ibn ‘Abbas].. Juga ketaatan Ibrahim kepada Allah Swt yang telah memerintahkannya untuk menyembelih putra tercinta, putra yang telah dinanti sejak lama.
Kedua, adalah ketaatan istri Nabi Ibrahim as –Hajar, saat ditinggal sendiri bersama puteranya, Ismail di padang pasir tandus, tanpa siapapun yang menemani di sana. Hajar berkata:
ياَ إِبْرَاهِيْمُ أَيْنَ تَذْهَبُ وَتَتْرُكُنَا بِهَذَا الْوَادِيْ الَّذِيْ لَيْسَ فِيْهِ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ فَقَالَتْ لَهُ ذَلِكَ مِرَارًا وَجَعَلَ لاَ يَلْتَفِتُ إِلَيْهَا. فَقَالَتْ لَهُ: آللهُ الَّذِيْ أَمَرَكَ بِهَذَا، قَالَ: نَعَمْ. قَالَتْ: إِذَنْ لاَ يُضَيِّعُنَا.. [رواه البخاري عن ابن عباس]
“Wahai [suamiku] Ibrahim, ke manakahengkau hendak pergi, meninggalkan kami di lembah ini, yang tak ada satu orang dan apapun jua. Dia [Hajar] mengatakan itu kepadanya berkali-kali. Nabi Ibrahim pun tidak menoleh kepadanya. Lalu Hajar berkata kepadanya, “Apakah Allah yang memerintahkan ini kepadamu?” Dia [Ibrahim] menjawab, “Benar.” Dia [Hajar] berkata, “Jika itu memang perintah-Nya, pasti Dia tidak akan membiarkan kita tersia-sia.” [Hr. Bukhari]
Yang ketiga adalah ketaatan Ismail yang dengan sabar dan berserah diri menerima perintah Allah,meski perintah itu akan berakibat hilangnya nyawa. Ismail berkata kepada bapaknya:
﴿يآ أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ﴾ [الصافات: 206]
“Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan menemukanku termasuk orang-orang yang bersabar.” [Qs. al-Shaffat: 206].
Allahu akbar 3x wa lillahil hamd,
Ma’âsyira al-Mu’minin Rahimakumul-Lâh
Seperti itulah ketaatan seorang Muslim sejati kepada Allah. Ketaatan mutlak, ketaatan tanpa batas. Karena kita ini sejatinya adalah hamba [budak]-Nya, yang hanya tunduk dan patuh kepada-Nya:
﴿وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ﴾ [الأنعام: 71]
“Dan kami telah diperintahkan untuk berserah diri (secara mutlak) kepada Allah Allah Tuhan semesta alam.” [Q.s. al-An’am: 71]
Ketaatan ini ditunjukan oleh jama’ah haji, ketika mereka menunaikan rangkaian manasik haji. Mereka tidak mempertanyakan mengapa begini, dan mengapa begitu? Semua rangkiain ibadah haji itu mereka tunaikan sebagai bentuk ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Rabbul ‘Alamien yang telah menetapkan tata cara manasik haji, meski tidak mereka pahami.
Itu bukti dari ketaatan mutlak kepada Allah adalah ketundukan pada Syariah Allah Swt dalam seluruh aspek kehidupan. Jika pada saat shalat dan zakat kita taat kepada Allah Swt, maka begitu juga seharusnya pada saat kita berbisnis dan bermualah. Jika pada saat puasa dan haji kita taat kepada Allah, maka begitu pula seharusnya ketika berpolitik dan bernegara.
Allahu Akbar 3x, Walillahilhamd
Seorang Muslim akan meyakini, bahwa di balik ketaatan terhadap semua perintah Allah, di balik ketaatan menjalankan syariah-Nya, pasti ada kebaikan. Allah tidak akan akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang taat menjalani perintah-Nya. Sebagaimana perkataan hajar, istri nabi Ibrahim:
إِذَنْ لاَ يُضَيِّعُنَا اللهُ
“Kalau begitu, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kita.” [Hr. Bukhari dari Ibn]
Allah berfirman dalam hadits Qudsi:
وَإِنِّيْ إِذَا أُطِعْتُ رَضِيْتُ، فَإِذَا رَضِيْتُ بَارَكْتُ وَالْبَرَكَةُ مِنِّيْ تُدْرِكُ الْأُمَّةَ بَعْدَ الْأُمَّةِ [رواه ابن أبي حاتم]
“Dan sesungguhnya Aku, Jika Aku di taati Pasti Aku akan Rido. Jika aku telah Ridho pasti aku akan memberikan keberkahan. Dan keberkahan-Ku itu akan menimpa umat setaslh umat yang lain.” [Hr. Ibn Abi Hatim]
Jika Allah memuliakan orang taat kepada-Nya. Maka sebaliknya Dia akan menghinakan orang yang maksiat dan berbuat zhalim.
﴿وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا﴾ [طه: 111]
“Sungguh pasti akan merugi orang yang membawa kezhaliman.” [Qs. Thaha :111]
Karena itu, Segala malapetaka, krisis multi dimensi dan berbagai keterpurukan yang kini menimpa umat islam adalah karena tidak taatnya umat ini kepada Allah secara total. Musibah dan krisis yang menimpa negeri ini juga ngeri-negeri kaum muslimin adalah karena berpalingnya kaum muslimin dari hukum Allah. Allah berfirman:
﴿فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أّنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ أَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْ﴾ [المائدة: 49]
“Maka jika mereka berpaling dari hokum Allah, ketahuilah sungguh Allah hanya bermaksud menimpakan mushibah kepada mereka akibat sebagian dosa-dosa mereka.”[Qs. al-Maidah: 49]
Allahu akbar 3x wa lillahil hamd,
Ma’âsyira al-Mu’minin Rahimakumul-Lâh
Ketaatan kepada Allah secara total dengan menjalankan syariat-Nya adalah jalan yang harus kita tempuh untuk keluar dari segala keterpurukan. Meski jalan ini terjal dan penuh tantangan tapi yakinlah bahwa di balik ketaatan pasti ada kebaikan. Yakinlah bahwa di mana saja ada syariat yang ditegakkan pasti di situ ada kemaslahatan. Kaidah Ushul-nya mengatakan:
حَيْثُمَا يَكُوْنُ الشَّرْعُ تَكُوْنُ المَصْلَحَةُ
“Ketika syariah [diterapkan], pasti akan terwujud kemaslahatan.”
Allah SWT berfirman:
﴿وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا﴾ [الجن: 16]
“Dan sekiranya mereka istiqomah berada di jalan Allah,maka pasti kami akan memberikan minum kepada mereka air yang banyak.” [Qs. Al-Jinn: 16]
Al-Hafizh Abu Fida Ibn Katsir menuturkan salah satu makna ayat ini adalah:
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامَ الْقَاسِطُوْنَ عَلَى طَرِيْقَةِ الْإِسْلاَمِ وَعَدَلُوْا إِلَيْهَا وَاسْتَمَرُّوْا عَلَيْهَا: ﴿لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا﴾ أي: كثيرًا. وَالْمُرَادُ بذلك سَعَةُ الرزقِ.
 
“Dan sungguh jika kelompok yang melampaui batas itu mereka istiqomah di atas jalan Islam, mereka berpaling dari yang lain menuju kepada islam dan mereka terus-menerus ada di jalan Islam, maka pasti kami akan memberi minum mereka dengan air yang banyak. Yang dimaksud air yang banyak adalah keluasan rizki.”
Allahu akbar 3x wa lillahil hamd,
Ma’âsyira al-Mu’minin Rahimakumul-Lâh,
Ketaatan kepada Allah secara total dengan menjalankan syariah Islam dan seluruh aspek kehidupan, hanya bisa dilaksanakan jika kaum Muslim memiliki pemerintahan Islam yang berfungsi sebagai kiyan tanfidzi (institusi pelaksana) bagi hukum-hukum Islam. Tanpa Khilafah, ketaatan hanya akan menjadi ketaatan semu dan ketaatan parsial. Mengingat betapa pentingnya kekuasaan ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah SAW untuk berdoa:
﴿وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا﴾ [الإسراء: 80]
“Dan jadikanlah Ya Allah bagiku dari sisi-Mu kekuasaan yang selalu menolong.” [Qs. al-Isra: 80]

Terkait dengan ayat ini, Ibn Katsir berkata:
وَقَالَ قَتَادَةُ فِيْهَا إِنَ نَبِيَّ اللهِ صلى الله عليه وسلم، عَلِمَ ألاَّ طَاقَةَ لَه بِهذا الْأَمْرِ إِلاَّ بِسُلْطَانٍ، فَسَأَلَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا لِكِتَابِ اللهِ، وَلِحُدُوْدِ اللهِ، وَلِفَرَائِضِ اللهِ، وَلِإِقَامَةِ دِيْنِ اللهِ.
“Qatadah berkata tentang ayat ini: Sesungguhnya nabi Allah SAW mengetahui bahwa beliau tidak memiliki kekuatan terhadap agama ini kecuali dengan kekuasaan. Maka beliau memohon kekuasaan yang bisa menolong kitab Allah, keukasaan yang bisa menolong hokum-hukum Allah,kekuasaan yang bisa menolong kewajiban-kewajiban dari Allah,dan kekuasaan yang bisa menolong untuk menegakan agama Allah.”
Allahu akbar 3x wa lillahil hamd,
Ma’âsyira al-Mu’minin Rahimakumul-Lâh
Di hari raya yang agung ini, kita juga diingatkan akan berkumpulnya jutaan kaum Muslim dari seluruh penjuru dunia di Makkah al-Mukaromah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka disatukan di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, dengan tata cara manasik yang sama dan syiar yang sama:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ 
“Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu. Kami penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Pemandangan haji yang begitu rupa mengajarkan kita akan persatuan dan kesatuan umat Islam yang kini telah hilang. Karena umat Islam adalah umat yang satu. Rabb mereka satu, Kitab mereka satu, Nabi mereka satu, syariat mereka satu dan kiblat mereka satu.
Saat ini umat Islam baru bisa bersatu pada saat menunaikan ibadah haji. Setelah itu, ketika umat Islam kembali ke negerinya masing-masing, mereka kembali dipecah-belah dengan Nasionalisme sempit. Mereka kembali dicerai-beraikan karena perbedaan madzhab. Mereka kembali berselisih karena berbeda organisasi dan kepentingan. Mereka lemah dan tak berdaya, karena fanatisme kesukuan dan Nasionalisme.
Akibatnya umat Islam menjadi umat yang lemah, tidak berwibawa dan tidak diperhitungkan oleh musuh-musuhnya. Kaum Yahudi terus menerus mengusir dan membantai saudara-saudara kita di Palestina. Saudara-saudara kita di Rohingya terus menerus dihinakan oleh kaum Budha radikal. Saudara-saudara kita, para pejuang Islam di Uzbekistan terus-menerus menjadi korban kebiadaban rezim durjana. Begitu juga di negeri kita yang mayoritas penduduknya Muslim ini, umat Islam terus-menerus dilecehkan dan didipinggirkan. Pembakaran masjid ditolikara salah satu buktinya. Bahkan baru-baru ini pihak GIDI di Tolikara mengancam bahwa Idul Adha di sana baru akan aman jika umat islam mau mengikuti kenginan mereka. Kejadian terakhir yang membuat kita semua bersedih adalah apa yang terjadi di Angola. Lebih dari 60 masjid telah ditutup dan dihancurkan. Agama Islam di sana resmi menjadi agama terlarang, karena dipandang bertentangan dengan adat setempat.
Bahkan, di bekas jantung Negara Khilafah, Suriah dan Irak, mereka pun tidak aman. Darah, harta dan kehormatan mereka begitu murah. Sesama Muslim saling bunuh demi kepentingan penjajah. Bertahun-tahun mereka hidup dihantui ketakutan yang luar biasa. Ratusan ribu pendudukanya, tua, muda, pria dan wanita, berbondong-bondong meninggalkan negerinya, entah ke mana. Di Eropa mereka terdampar tanpa arah, dan terlunta.
Sementara di negeri-negeri Arab yang kaya raya, penguasanya menutup mata. Jangankan untuk mengurus mereka yang “menyusahkan”, mengurus jamaah haji yang memberikan keuntungan materi kepada mereka saja, penguasa itu abai dan teledor. Maka, darah pun tumpah di Masjidil Haram, tanah suci, di bulan suci, di penghulu hari. Tak kurang 180 an nyawa melayang menjadi korban keteledoran mereka.
Kenapa fenomena menyedihkan ini terus-menerus menimpa umat ini? Sampai kapan umat Muhammad ini akan terus-menerus bercerai berai? Sampai kapan kita akan menjadi bulan-bulan kaum Kafir durjana? Sampai kapan kita akan menjadi umat yang kerdil dan tidak berwibawa?
Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’aasyirol Muslimien Rahimakumullah
Keterpecah-belahan umat ini tidak akan terjadi, jika umat memiliki payung dan pelindung. Umat Islam tidak akan menjadi umat kerdil dan kecil jika umat ini bersatu di bawah naungan Khilafah. Umat Islam akan menjadi umat yang kuat dan kembali menjadi khairu ummah jika bersatu di bawah naungan satu daulah, daulah Khilafah Rasyidah ‘ala Minhajin Nubuwwah. Al-Imam al-Jalil Syaikh Izz bin ‘Abdissalam yang dikenal dengan julukanSulthan al-Ulama pernah mengatakan:
لَوْلاَ الْخِلاَفَةُ لَمْ تَأْمَنْ لَنَا سُبُلٌ # وَكَانَ أَضْعَفُنَا نَهْبًا لِأَقْوَانَا
“Jika Khilafah tiada, jalan-jalan tidak akan aman bagi kita.
Orang-orang yang lemah akan menjadi santapan orang-orang kuat dari kita..”
Begitu juga, Hanzhalah bin Shaifi al-Katib, salah seorang sekretaris Nabi saw, pernah berkata di saat ada fitnah untuk menggulingkan ‘Ustman bin ‘Affan, beliau mengingatkan akan urgensi Khilafah bagi kaum Muslim:
عَجِبْتُ لِمَا يَخُوْضُ النَّاسُ فِيْهِ # يَرُوْمُوْنَ الْخِلاَفَةَ أَنْ تَزُوْلاَ
لَوْ زَالَتْ لَزَالَ الْخَيْرُ عَنْهُمْ # وَلاَقُوْا بَعْدَهَا ذُلاَّ ذَلِيْلاً
Aku heran dengan apa yang menjadi obrolan orang-orang. Mereka menginginkan khilfah itu lenyap. Padahal jika khilfah itu lenyap maka lenyaplah kebaikan dari mereka. Dan setelah itu mereka akan bertemu dengan kehinaan yang menghinakan
Allahu Akbar 3x Walillahilhamd
Ma’aasyirol Muslimien Rahimakumullah
Akhirnya pada khutbah hari raya yang agung ini, khatib menyerukan kepada semua jama’ah mari kita bersatu-padu menyatukan tekad dan tujuan kita menuju kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Marilah kita bergabung dalam barisan para pejuang Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah yang telah dijanjikan oleh Allah dan diberitakan oleh Rasulullah SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا مُتَنَعِّمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَاِفئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، وَإِلَيْكَ المُشْتَكِىْ ، وَأَنْتَ المُسْتَعَانُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ..
اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَات إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ..
اللّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا، مُوَافِقًا بِأَحْكَامِكَ وَخَالِصًا لِوَجْهِكَ..
اَللّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَسَرِيْعَ الْحِسَابِ وَمُهزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ الاَحْزَابَ وَزَلْزِهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَاجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ لإِقَامَتِهَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته